Merawat Warisan, Menjembatani Peradaban: Mahasiswa Prodi SPI Hadiri Gentala Arasi Fest 2026
Jambi – Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) turut berpartisipasi dalam kegiatan Talkshow Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi Jambi (Gentala Arasi) Fest 2026 yang mengangkat tema “Peran Museum sebagai Media Komunikasi Sejarah, Pelestarian Budaya dan Jembatan Peradaban ke Era Ekonomi Digital.” Kegiatan dilaksanakan di Museum Sriwijaya Dharmakirti yang menjadi salah satu wadah edukasi dan diskusi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya museum dalam menjaga warisan sejarah dan budaya di tengah perkembangan teknologi digital (4/9/2026).
Keikutsertaan mahasiswa Prodi SPI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan akademik sekaligus meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap peran museum sebagai ruang pembelajaran sejarah. Melalui talkshow, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menyimak dan bertanya terkait berbagai gagasan dan perspektif mengenai bagaimana museum dapat dikembangkan menjadi media komunikasi sejarah yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Tema yang diangkat dalam talkshow juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya di tengah arus globalisasi. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai-nilai sejarah, identitas budaya, serta perjalanan peradaban kepada masyarakat. Memasuki era ekonomi digital, museum dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan media digital, teknologi informasi, konten kreatif, hingga strategi promosi melalui platform digital dapat menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi sejarah dan budaya. Dengan demikian, museum diharapkan mampu menjangkau generasi muda secara lebih luas sekaligus memiliki kontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.
Dian Mursyidah selaku Dekan Fakultas Adab dan Humaniora mengatakan, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam menghubungkan kajian sejarah dan peradaban yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan realitas pelestarian budaya di masyarakat. Selain menambah pengetahuan, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam menjaga, mengkaji, dan memperkenalkan warisan sejarah serta budaya kepada generasi mendatang.

Melalui Gentala Arasi Fest 2026, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga aktif mendiskusikan terkait peran dari generasi muda yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan sejarah dan budaya. Kehadiran museum sebagai media komunikasi sejarah diharapkan terus berkembang dan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai peradaban masa lalu dengan peluang dan tantangan di era ekonomi digital.