Jambi_ Jum’at, 19 Juni 2026 Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) menggelar kajian bertajuk “Rumah Panggung Melayu Jambi: Kitab Tak Bertinta” sebagai upaya memahami nilai-nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal yang terkandung dalam arsitektur tradisional Melayu Jambi. Kegiatan ini merupakan kuliah lapangan pada mata kuliah Islam dan Peradaban Melayu Prodi SPI Fakultas Adab dan Humaniora untuk mengkaji tipologi dan filosofi arsitektur rumah panggung Melayu. Kuliah lapangan menjadi ruang diskusi akademik yang menghubungkan warisan budaya dengan identitas masyarakat Jambi masa kini.
Mahasiswa tidak hanya mencatat bentuk fisik bangunan, tapi juga menggali makna di balik setiap tiang, tangga, dan ukiran. Bersama dengan dosen pengampu mata kuliah, Dian Mursyidah, mahasiswa juga mengupas filosofi rumah panggung. Dian Mursyidah mengatakan meskipun observasi yang dilakukan bukan pada rumah panggung di tempat asal suku Batin, namun kunjungan ini penting agar mahasiswa SPI paham bahwa peradaban Melayu tidak lepas dari Islam. Rumah panggung bukan sekadar tempat tinggal, tapi “kitab terbuka” tentang cara Suku Batin menjaga alam, keluarga, dan aqidah.

Dalam kajian tersebut, rumah panggung Melayu Jambi dipandang bukan sekadar bangunan tempat tinggal, melainkan representasi nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. Filosofi yang terkandung dalam bentuk bangunan, tata ruang, hingga ornamen rumah mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai keagamaan yang berkembang dalam masyarakat Melayu Jambi.
Istilah “Kitab tak Bertinta” menggambarkan rumah panggung sebagai sumber pengetahuan yang tidak ditulis dalam lembaran buku, tetapi tersimpan dalam struktur bangunan dan tradisi masyarakat. Setiap bagian rumah memiliki makna simbolik yang mengajarkan etika, gotong royong, penghormatan terhadap tamu, serta keharmonisan kehidupan keluarga.
Mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti kuliah lapangan, kegiatan semacam ini penting untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap warisan budaya daerah. Mahasiswa Prodi SPI diharapkan tidak hanya memahami sejarah melalui sumber tertulis, tetapi juga mampu membaca jejak peradaban yang tersimpan dalam peninggalan budaya masyarakat.
Melalui kajian “Rumah Panggung Melayu Jambi: Kitab Tak Bertinta”, mahasiswa Prodi SPI menegaskan komitmennya dalam menjaga dan mengkaji khazanah budaya lokal sebagai bagian dari identitas Melayu Jambi. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa warisan leluhur tidak hanya tersimpan dalam naskah dan arsip, tetapi juga hidup dalam bangunan, tradisi, serta nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.