Praktikum Membatik dengan Bahan Alami, Mahasiswa Prodi SPI Lestarikan Warisan Budaya Batik Jambi

Jambi, 25 Oktober 2025 – Dalam upaya melestarikan warisan budaya daerah sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan, mahasiswa mengikuti kegiatan praktikum membatik dengan memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai pewarna kain. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang menggabungkan aspek seni, budaya, dan lingkungan dalam satu proses kreatif.

Praktikum dilaksanakan dengan memperkenalkan berbagai bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti kulit jengkol, daun jambu biji, kulit buah naga, serta getah dan ekstrak tumbuhan lokal yang berpotensi menghasilkan warna alami pada kain batik. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut menunjukkan bahwa kekayaan hayati Jambi dapat menjadi alternatif pewarna tekstil yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis.

Selama kegiatan, peserta mempelajari tahapan membatik mulai dari pembuatan pola, pencantingan, pewarnaan menggunakan ekstrak alami, hingga proses pelorodan. Selain menekankan keterampilan teknis, praktikum juga memberikan pemahaman mengenai filosofi dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap motif Batik Jambi. Motif-motif khas seperti Pucuk Rebung, Bungo Pauh, Bungo Melati, dan berbagai ragam hias yang terinspirasi dari kekayaan alam daerah menjadi inspirasi utama dalam karya yang dihasilkan.

Dosen pembimbing praktikum menjelaskan bahwa penggunaan pewarna alami tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi membatik yang dahulu banyak memanfaatkan bahan-bahan dari alam. Menurutnya, inovasi dalam pemanfaatan sumber daya lokal harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya agar identitas Batik Jambi tetap terjaga.

Para peserta mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah bahan alami menjadi pewarna batik. Mereka juga menyadari bahwa membatik bukan sekadar menghasilkan kain bermotif, melainkan proses pewarisan budaya yang mengandung nilai sejarah, kreativitas, dan kearifan lokal.

Melalui praktikum ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai Batik Jambi sebagai salah satu identitas budaya daerah. Pemanfaatan bahan-bahan alami menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mempertahankan makna budaya membatik yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan demikian, Batik Jambi tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu berkembang secara inovatif tanpa kehilangan akar budayanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899